Terkini
  • Terkini

    Sabtu, 13 November 2010

    Travelog Haramain: Menuju Arafah

    Wuquf di padang Arafah merupakan puncak ibadah haji. Pada tanggal 8 Dzul-Hijjah semua jema'ah bergegas menuju padang Arafah bagaikan penghuni bangkit dari kubur menuju padang Mahsyar saat sangkala dikumandangkan oleh malaikat Israfil.
    Dengan pakaian ihram bagaikan sehelai kain kafan mereka bergegas menuju padang Arafah. Mereka melepaskan segala pakaian kemewahan duniawi, segala kedudukan dan jabatan duniawi, mereka lupakan negeri asal mereka, bahkan mereka lupakan anak dan keluarga. Mereka bergegas menuju padang Arafah bagaikan bergegas menuju padang Mahsyar untuk mempertang-jawabkan semua amal dan perbuatannya, mengakui semua dosa, kesalahan dan kehinaan yang pernah mereka lakukan di negeri duniawi.

    Mereka bergegas menuju padang Arafah. "Bergegaslah kamu kepada Allah." (Adz-Dzariyat:50). Dengan perasaan takut tertinggal, cemas akan dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah swt. Mereka berangkat dengan penuh tawadhu', berzikir, dan mengumandangkan jawaban panggilan Ilahi dengan pakaian ihram melambangkan sehelai kain kafan. Saat itu mereka rasakan dunia, materi dan jabatan duniawi tak berarti lagi mereka. Pikiran dan hati hanya terfokus untuk menghadap Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Pengampun.

    Arafah adalah puncak pengenalan manusia terhadap kekuasaan Ilahi dan sekaligus pengakuan akan dosa-dosa. Dalam suatu hadis disebutkan: "Jika ada dosa yang tak terampuni di malam Al-Qadar bulan Ramadhan, maka dosa itu tak akan diampuni di bulan-bulan yang lain kecuali ia melakukan kesyaksian dan pengakuan di padang Arafah." Dari wajah-wajah mereka nampaklah antara cemas dan harap. Apakah amal ibadah mereka akan terima oleh Allah swt dan dosa-dosa mereka diampuni oleh-Nya.

    Di padang Arafah sebagian mereka mendengar dan melihat peristiwa- peristiwa ghaib yang belum pernah mereka dengar dan syaksikan di negeri asal mereka. Ada yang mendengar lolongan srigala yang menakutkan, dan ada yang mendengar keindahan suara tasbih, tahmid dan takbir. Suara inilah gambaran suara batin manusia. Inilah di antara apa yang dimaksud oleh sabda Rasulullah saw: "Sekiranya dalam dirimu tidak ada tirai-tiran batin, niscaya kamu akan mendengar apa yang aku dengar dan menyaksikan apa yang aku saksikan."

    Di padang Arafah mereka seakan mendengar suara sambaran petir bagaikan suara malaikat membentak mereka di padang Mahsyar. Sebagian mereka seakan mendengar keindahan suara bagaikan suara Rasulullah saw dan para malaikat yang memberi harapan pada mereka di hari Mahsyar, seakan mereka bersama Rasulullah saw dan para malaikat yang sebentar akan berjumpa dengan Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Maha Penyayang.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 KOMEN:

    Catat Ulasan

    Komen bisdikita di sini tapi usai-usai pulang

    Item Reviewed: Travelog Haramain: Menuju Arafah Rating: 5 Reviewed By: Omarali Matjais
    Scroll to Top